QBeritakan.com - Universitas Lampung (Unila) menyambut baik ajakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung untuk mengembangkan teknologi tepat guna bagi pembangunan desa.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unila, Habibullah Jimad mengungkapkan, pihaknya bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lampung sedang melakukan perencanaan program.
"Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan tim Balitbang Lampung untuk menentukan langkah yang akan kita lakukan, sesuai kebutuhan (di lapangan)," ujarnya, Rabu, 7 Juni 2023.
Penentuan tajuk program riset pengembangan teknologi tepat guna perlu melalui proses pertimbangan, juga identifikasi mengenai jenis kebutuhan teknologi yang diperlukan masyarakat desa. Teknologi tepat guna ini sangat penting dalam rangka transformasi dari sektor pertanian ke sektor industri. Keberadaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan nilai produk. "Semoga petani nanti jadi pengolah juga ya, jadi dengan adanya teknologi, produk yang dijual bernilai tambah," kata dia.
Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk mendorong kelancaran program pengembangan teknologi tepat guna. Unsur akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media, diharapkan bersinergi untuk mendukung program. "Nanti kan ada riset dulu, kemudian dari hasil riset itu mungkin ada temuan dan inovasi yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Lebih lanjut Habib menjelaskan, Unila berencana berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Lampung dalam waktu dekat, seperti Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandar Lampung (UBL), dan Universitas Malahayati untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wilayahnya dengan sentuhan teknologi.
"Nanti akan ditentukan beberapa desa yang akan kita jadikan percontohan. Pemprov akan support melalui fasilitasi," pungkasnya.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unila, Habibullah Jimad mengungkapkan, pihaknya bersama Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Lampung sedang melakukan perencanaan program.
"Kami sudah beberapa kali berdiskusi dengan tim Balitbang Lampung untuk menentukan langkah yang akan kita lakukan, sesuai kebutuhan (di lapangan)," ujarnya, Rabu, 7 Juni 2023.
Penentuan tajuk program riset pengembangan teknologi tepat guna perlu melalui proses pertimbangan, juga identifikasi mengenai jenis kebutuhan teknologi yang diperlukan masyarakat desa. Teknologi tepat guna ini sangat penting dalam rangka transformasi dari sektor pertanian ke sektor industri. Keberadaan teknologi diharapkan mampu meningkatkan nilai produk. "Semoga petani nanti jadi pengolah juga ya, jadi dengan adanya teknologi, produk yang dijual bernilai tambah," kata dia.
Kolaborasi pentahelix diperlukan untuk mendorong kelancaran program pengembangan teknologi tepat guna. Unsur akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media, diharapkan bersinergi untuk mendukung program. "Nanti kan ada riset dulu, kemudian dari hasil riset itu mungkin ada temuan dan inovasi yang akhirnya bisa dimanfaatkan oleh desa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Lebih lanjut Habib menjelaskan, Unila berencana berkolaborasi dengan beberapa perguruan tinggi di Lampung dalam waktu dekat, seperti Universitas Islam Negeri Radin Intan Lampung (UIN RIL), Institut Teknologi Sumatera (Itera), Universitas Bandar Lampung (UBL), dan Universitas Malahayati untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan ini diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan masyarakat desa untuk mengembangkan potensi wilayahnya dengan sentuhan teknologi.
"Nanti akan ditentukan beberapa desa yang akan kita jadikan percontohan. Pemprov akan support melalui fasilitasi," pungkasnya.